Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo mengucapkan selamat dan sukses kepada Moch. Roihan Dhiya Ulhaq atas prestasi yang telah diraih sebagai Juara 3 Kumite Beregu Senior Putra dalam ajang Kejuaraan Karate INKANAS Open Se-Jawa Timur UNARS Rektor Cup 8.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang olahraga dan mengharumkan nama Program Studi, Fakultas, serta Universitas.
SITUBONDO – Guna memberikan bekal keterampilan ekstra sekaligus mencetak calon pembina Pramuka Penggalang yang kompeten, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) menyelenggarakan pelatihan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka. Kegiatan kepramukaan intensif ini dilaksanakan selama satu minggu penuh dengan memanfaatkan fasilitas di Kampus 1 dan Kampus 2 UNARS.
Pelatihan strategis ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal PGSD UNARS sebagai bagian dari kesiapan mereka menjadi guru kelas yang profesional, tetapi juga menarik minat peserta dari unsur luar. Tercatat beberapa tenaga pendidik atau guru sekolah dasar di wilayah Situbondo serta anggota kepolisian turut serta menjadi peserta aktif dalam pelatihan kepramukaan ini.
Dukungan Penuh Jajaran Pimpinan dan Kwarcab
Pembukaan dan pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting dari internal maupun eksternal kampus. Tampak hadir Rektor UNARS, jajaran Biro, pihak Dekanat FKIP, serta jajaran struktural Prodi PGSD.
Selain dari pihak universitas, kegiatan ini dipantau dan didukung langsung oleh jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Situbondo, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), serta tim pelatih ahli yang bertugas memberikan materi kepramukaan, teknik kepanduan, dan penguatan karakter kepada seluruh peserta.
Membentuk Pendidik yang Profesional dan Multi-Talenta
Dalam sambutannya, pihak rektorat dan dekanat menyampaikan bahwa penguasaan materi kepramukaan melalui KMD merupakan hal yang sangat krusial bagi lulusan PGSD. Di sekolah dasar, gerakan pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib. Dengan mengikuti pelatihan selama satu minggu ini, mahasiswa dibekali kemampuan manajerial, kemandirian, dan metode kepramukaan yang menarik, sehingga saat lulus nanti mereka siap menjadi pembina pramuka sekaligus pendidik yang profesional di sekolah.
Kombinasi Materi Ruangan dan Aksi Ekstrem Luar Ruangan
Untuk membentuk mental pembina yang tangguh, materi yang diberikan kepada peserta tidak hanya terbatas pada teori kepramukaan di dalam kelas saja. Para pelatih memberikan berbagai materi lapangan dan keterampilan luar ruangan (outdoor) yang sangat padat, di antaranya:
Peraturan Baris Berbaris (PBB): Untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan.
Pionering: Praktik pembuatan bangunan darurat menggunakan tali dan tongkat.
Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD): Bekal keterampilan medis darurat untuk penanganan kecelakaan di sekolah maupun alam bebas.
Tidak berhenti di situ, seluruh peserta—baik mahasiswa, guru, maupun anggota kepolisian—juga ditantang untuk mengikuti kegiatan penjelajahan (hiking) melintasi rute yang telah ditentukan. Puncak dari keseruan materi lapangan ini adalah simulasi repling (turun tebing/ketinggian menggunakan tali) yang wajib dicoba oleh semua peserta guna menguji keberanian, ketangkasan, dan mentalitas kepemimpinan.
Sinergi Pelatihan di Dua Kampus
Guna memaksimalkan penyampaian materi penunjang, pelaksanaan KMD ini dibagi ke dalam beberapa sesi yang bertempat di Kampus 1 dan Kampus 2 UNARS. Seluruh peserta membaur bersama dengan penuh semangat mengikuti setiap tantangan fisik dan materi yang dipandu langsung oleh para pelatih profesional Kwarcab.
Rangkaian kegiatan intensif ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan upacara penutupan resmi serta sesi dokumentasi bersama antara jajaran rektorat, dekanat, pengurus Kwarcab, para pelatih, dan seluruh peserta KMD.
SITUBONDO – Sebelum diterjunkan ke sekolah mitra, mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan magang selama satu minggu. Pembekalan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan dalam melaksanakan tugas magang di sekolah. Setelah rangkaian pembekalan selesai, Prodi PGSD FKIP UNARS secara resmi melepas mahasiswa semester 6 untuk mengikuti kegiatan magang tahun akademik 2026. Acara seremonial pelepasan tersebut dilaksanakan secara khidmat di lingkungan Kampus UNARS.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran internal kampus, meliputi Dekan dan Wakil Dekan FKIP, Ketua Program Studi PGSD, jajaran bapak/ibu dosen, serta seluruh mahasiswa semester 6 yang menjadi peserta magang tahun ini.
Sinergi Wujudkan Visi Misi Prodi PGSD UNARS
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PGSD menegaskan bahwa program magang yang berjalan selama enam bulan di wilayah Situbondo ini bukan sekadar pemenuhan mata kuliah wajib, melainkan langkah konkret dalam mengimplementasikan visi dan misi Prodi PGSD FKIP UNARS. Pelaksanaan magang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 12 Januari hingga 18 Juni 2026. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara langsung di lapangan guna mencetak calon guru sekolah dasar yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Dua Sesi Krusial: Kuliah Magang 1 dan Kuliah Magang 2
Program magang selama satu semester penuh ini dibagi menjadi dua tahapan penting yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa peserta, yaitu:
Kuliah Magang 1 (Sesi Observasi): Pada tahap awal ini, mahasiswa berfokus melakukan observasi mendalam terhadap lingkungan sekolah tempat mereka bertugas. Observasi meliputi sistem administrasi sekolah, ketersediaan dan pengelolaan sarana prasarana, serta berbagai aspek operasional yang berkaitan dengan budaya sekolah.
Kuliah Magang 2 (Sesi Praktik Mengajar): Setelah masa observasi selesai, mahasiswa memasuki tahap inti berupa praktik mengajar secara langsung di dalam kelas sebanyak 10 kali pertemuan. Sebagai evaluasi akhir kompetensi mengajar, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti ujian mengajar sebanyak dua kali di bawah penilaian guru pamong dan dosen pembimbing.
Kontribusi Sekolah Mitra di Wilayah Situbondo
Keberhasilan program magang yang berlangsung dari Januari hingga Juni ini didukung penuh oleh kontribusi dan kerja sama erat dengan sejumlah sekolah dasar di wilayah Kabupaten Situbondo. Sekolah-sekolah yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa magang meliputi:
SDN 1 Dawuhan
SDN 3 Dawuhan
SDN 4 Dawuhan
SDN 2 Olean
SD Muhammadiyah 1 Panji
SDIT Bina Insan Situbondo
Pelepasan mahasiswa ditandai dengan prosesi simbolis oleh pihak dekanat dan program studi, kemudian ditutup dengan sesi foto dan dokumentasi bersama antara dosen dan seluruh mahasiswa semester 6 sebagai tanda dimulainya masa pengabdian magang di sekolah mitra.