Bekali Calon Pendidik Profesional, Prodi PGSD FKIP UNARS Sukses Gelar Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka

SITUBONDO – Guna memberikan bekal keterampilan ekstra sekaligus mencetak calon pembina Pramuka Penggalang yang kompeten, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) menyelenggarakan pelatihan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka. Kegiatan kepramukaan intensif ini dilaksanakan selama satu minggu penuh dengan memanfaatkan fasilitas di Kampus 1 dan Kampus 2 UNARS.
Pelatihan strategis ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal PGSD UNARS sebagai bagian dari kesiapan mereka menjadi guru kelas yang profesional, tetapi juga menarik minat peserta dari unsur luar. Tercatat beberapa tenaga pendidik atau guru sekolah dasar di wilayah Situbondo serta anggota kepolisian turut serta menjadi peserta aktif dalam pelatihan kepramukaan ini.
Dukungan Penuh Jajaran Pimpinan dan Kwarcab
Pembukaan dan pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting dari internal maupun eksternal kampus. Tampak hadir Rektor UNARS, jajaran Biro, pihak Dekanat FKIP, serta jajaran struktural Prodi PGSD.
Selain dari pihak universitas, kegiatan ini dipantau dan didukung langsung oleh jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Situbondo, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), serta tim pelatih ahli yang bertugas memberikan materi kepramukaan, teknik kepanduan, dan penguatan karakter kepada seluruh peserta.
Membentuk Pendidik yang Profesional dan Multi-Talenta
Dalam sambutannya, pihak rektorat dan dekanat menyampaikan bahwa penguasaan materi kepramukaan melalui KMD merupakan hal yang sangat krusial bagi lulusan PGSD. Di sekolah dasar, gerakan pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib. Dengan mengikuti pelatihan selama satu minggu ini, mahasiswa dibekali kemampuan manajerial, kemandirian, dan metode kepramukaan yang menarik, sehingga saat lulus nanti mereka siap menjadi pembina pramuka sekaligus pendidik yang profesional di sekolah.
Kombinasi Materi Ruangan dan Aksi Ekstrem Luar Ruangan
Untuk membentuk mental pembina yang tangguh, materi yang diberikan kepada peserta tidak hanya terbatas pada teori kepramukaan di dalam kelas saja. Para pelatih memberikan berbagai materi lapangan dan keterampilan luar ruangan (outdoor) yang sangat padat, di antaranya:
- Peraturan Baris Berbaris (PBB): Untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan.
- Pionering: Praktik pembuatan bangunan darurat menggunakan tali dan tongkat.
- Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD): Bekal keterampilan medis darurat untuk penanganan kecelakaan di sekolah maupun alam bebas.
Tidak berhenti di situ, seluruh peserta—baik mahasiswa, guru, maupun anggota kepolisian—juga ditantang untuk mengikuti kegiatan penjelajahan (hiking) melintasi rute yang telah ditentukan. Puncak dari keseruan materi lapangan ini adalah simulasi repling (turun tebing/ketinggian menggunakan tali) yang wajib dicoba oleh semua peserta guna menguji keberanian, ketangkasan, dan mentalitas kepemimpinan.
Sinergi Pelatihan di Dua Kampus
Guna memaksimalkan penyampaian materi penunjang, pelaksanaan KMD ini dibagi ke dalam beberapa sesi yang bertempat di Kampus 1 dan Kampus 2 UNARS. Seluruh peserta membaur bersama dengan penuh semangat mengikuti setiap tantangan fisik dan materi yang dipandu langsung oleh para pelatih profesional Kwarcab.
Rangkaian kegiatan intensif ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan upacara penutupan resmi serta sesi dokumentasi bersama antara jajaran rektorat, dekanat, pengurus Kwarcab, para pelatih, dan seluruh peserta KMD.